Waspadai Nyeri Saat Haid!

Seperti yang sudah dibahas pada topic sebelumnya yaitu mengenai menstruasi dan istilah-istilahnya, nyeri saat haid disebut juga dengan Dismenorrhea.
Ada dua jenis dismenore yaitu dismenore primer dan sekunder. Disemnore primer adalah rasa sakit yang dirasakan saat menstruasi tanpa disertai dengan kelainan organ reproduksi yang nyata. Sedangkan disemnore sekunder apabila ada penyakit lain yang menyertai.
Diperkirakan sekitar 60%-70% wanita Indonesia mengalami nyeri haid dengan intensitas ringan sampai berat.
Nyeri haid terjadi saat kontraksi otot-otot rahim yang berlebihan dan menyebabkan daerah tersebut kekurangan oksigen. Kontraksi berlebihan ini diduga dipromosikan oleh pelepasan prostaglandin, sistim syaraf, hormon steroid stres, vasopresin dan psikis . Nyeri dirasakan paling kuat saat bekuan darah melewati leher rahim (serviks) terutama apabila serviks sempit. Itu sebabnya dismenore akan berkurang setelah melahirkan karena serviks sudah lebih membuka.
Nyeri menstruasi dapat berlangsung pada hari-hari ketika akan mengalami menstruasi. Rasa nyeri yang timbul biasanya dirasakan pada daerah perut bagian bawah, tengah, bahkan bisa memancar sampai bagian punggung, pinggul dan paha. Nyeri menstruasi mempunyai tingkat keparahan yang bervariasi, suatu ketika nyeri bisa saja tidak terasa, namuan terkadang akan terasa nyeri yang sangat hebat.
Terjadinya nyeri menstruasi dikarenakan produksi prostaglandin yang dihasilkan tubuh terlalu banyak. Prostaglandin adalah zat yang seperti hormon. Proses produksinya terjadi di dalam dinding rahim dan kantung telur. Dinding Rahim mempunyai tugas untuk melepaskan telur dari dalam indung telur.
Prostaglandin yang dilepaskan akan beredar dengan melewati sistem peredaran darah dan kemudian akan mencapai rahim, yang pada akhirnya akan menyebabkan rasa nyeri. Prostaglandin banyak dihasilkan oleh beberapa wanita, sedangkan beberapa wanita lainnya mempunyai sensitifitas yang tinggi terhadap prostaglandin.

Kesimpulannya, ada beberapa wanita yang beruntung karena tidak mengalami rasa nyeri, namun beberapa wanita lain merasakan rasa nyeri menstruasi yang dapat dialami selama tiga hingga tujuh hari.




Nyeri Haid tanda Endometriosis?
Nyeri yang terjadi saat haid atau menstruasi tidak boleh dianggap remeh. Menurut Prof. Dr. Dr. Ali Baziad, SpOG (K), staf Imunoendokrinologi Reproduksi Fakultas Kedolteran Universitas Indonesia, nyeri yang berlebihan saat menstruasi tersebut bisa merupakan tanda bahwa ada kelainan pada rahim perempuan. Kelainan tersebut yakni endometriosis.
            Endometriosis terjadi pada jaringan endometrium yang terdapat dalam rahim (uterus) ditemukan tumbuh di tempat lain dan merupakan darah menstruasi yang keluar dari rahim. Darah tersebut kemudian tidak dibersihkan sehingga berkembang dan melekat di jaringan-jaringan tubuh selain rahim.

 




Endometriosis bahkan bisa melekat di organ tubuh seperti paru-paru hingga otak. Tandanya yaitu apabila saat menstruasi perempuan mengalami pingsan, hal tersebut berarti bahwa endometriosis telah sampai ke otak. Apabila saat menstruasi sampai muntah darah, berarti endometriosis telah sampai di paru-paru.
Hingga kini, penyebab pasti penyakit ini masih belum ditentukan oleh pihak medis. Endometriosis itu penyakit misterius dan aneh. Dan hanya dialami oleh 1 dari 10 perempuan. (Baca juga à Endometriosis: Penyakit Misterius dan Menakutkan) Ada beberapa faktor yang menyebabkan perempuan mengidap endometriosis seperti terpapar polusi atau genetis.
Dampak endometriosis beragam mulai dari penurunan kualitas hidup karena nyeri yang berlebihan hingga pengaruh pada fertilitas.
Sampai saat ini, penyakit ini tidak bisa disembuhkan dan yang bisa dilakukan hanya mengurangi intensitas rasa nyeri saat menstruasi.
Nyeri haid, Endometriosis, dan Infertilitas?
Nyeri yang berlebihan saat haid atau menstruasi bisa sebagai gejala penyakit endometriosis yang jika tidak ditangani dengan baik bisa berujung pada fertilitas atau mandul.
           Menurut Dr. H. Andon Hestiantoro, SpOG(K), Kepala Divisi Imunoendokrinologi Reproduksi, Dept. Obgin FKUI/RSCM, Endometriosis itu bisa menyebabkan perempuan tidak bisa hamil.  Penyebab tidak bisa hamil yakni karena endometriosis yang merupakan jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim tersebut melekat di beberapa tempat.

Terdapat empat alasan mengapa endometriosis ini bisa menyebabkan perempuan tidak bisa hamil.
  1. Saat endometriosis menempel pada indung telur. Hal ini menyebabkan telur atau ovum tidak pernah matang.
  2. Ketika endometriosis sudah berubah menjadi kista, bisa menekan indung telur yang sehat. Hal ini menyebabkan telur tidak bisa diproduksi dengan baik.
  3. Saat endometriosis tersebut menempel pada tuba falopii yang menyebabkan tangan-tangan tuba falopii tidak bisa menangkap telur. Kemampuan menangkap telurnya berkurang karena tangan-tangannya menjadi kaku.
  4. Ketika tubuh menghasilkan sebuah antibodi yang bertugas untuk menghancurkan endometriosis, malah balik menyerang sperma. Karena antibodi tubuh perempuan itu juga menggangap bahwa sperma adalah benda asing yang harus dimusnahkan.
Hingga kini, endometriosis belum bisa disembuhkan, hanya saja rasa nyeri yang diakibatkan saat menstruasi bisa dikurangi. Penderita endometriosis bisa mengonsumsi obat yang bisa mengurangi kadar esterogen dalam tubuh perempuan. Pada dasarnya penyakit ini ada karena hormone esterogen.

Sumber :
Yuliansari, Deny. 2013. Jangan anggap remeh nyeri haid. http://www.antaranews.com/berita/396383/jangan-anggap-remeh-nyeri-haid Diakses pada 14 Desember 2013.
Yuliansari, Deny. 2013. Nyeri haid bisa berujung infertilitas. http://www.antaranews.com/berita/396403/nyeri-haid-bisa-berujung-infertilitas Diakses pada 14 Desember 2013.


All About Menstruasi


Menstruasi dan Istilah-istilah dalam Menstruasi
Siklus Menstruasi
Menstruasi adalah peluruhan dinding uterus (endometrium) pada setiap bulan secara periodik1,2. Menstruasi biasanya terjadi selama 2-7 hari dengan rata-rata durasi menstruasi 4,7 hari. Saat menstruasi dapat kehilangan darah sekitar 10-80 cc darah dengan rata-rata 35 cc4,5. Siklus yang normal berlangsung 24-35 hari4.
Haid pertama kali disebut menarche1,3,4. Menarche diawali dengan gejala pubertas lainnya seperti pertumbuhan payudara (telarche), tumbuh rambut kemaluan (puberche) dan tumbuh rambut ketiak3. Menarche diikuti oleh siklus yang panjang sekitar 5-7 tahun, lalu regularitas siklus haid meningkat sehingga siklus haid memendek untuk mencapai masa siklus yang tetap4. Perubahan irreguler menjadi reguler ini berhubungan dengan terjadinya pematangan poros Hipotalamus – Hipofise – Ovarium4. Kemudian, saat wanita mulai memasuki masa menopause, irreguleritas siklus terjadi kembali karena mulai didominasi siklus-siklus yang anovulatoir4.





Menstruasi terbagi dalam empat stadium yaitu,
  1. Stadium Menstruasi atau Deskuamasi
Pada stadium ini, endometrium luruh dari dinding rahim disertai dengan perdarahan. Hanya lapisan tipis yang tertinggal yaitu stratum basale. Darah ini tidak membeku karena adanya fermen yang mencegah pembekuan darah dan mencairkan potongan-potongan mukosa3,5. Bila darah banyak keluar, fermen tidak mencukupi hingga timbul bekuan darah dalam darah haid3. Pada saat ini ovarium mulai membentuk estrogen2.
  1. Stadium Post Menstruum atau Regenerasi
Pada stadium regenerasi, endometrium mulai menebal. Luka peluruhan ditutup oleh selaput lendir baru yang terbentuk dari sel epitel kelenjar-kelenjar endometrium. Pada saat ini tebal endometrium ± 0,5 mm. Stadium ini sudah mulai saat stadium menstruasi dan berlangsung ± 4 hari3.
  1. Stadium intermenstruum atau stadium proliferasi
Pada stadium proliferasi, endometrium tumbuh menjadi cepat menjadi tebal ±3,5 mm. Kelenjar endometrium tumbuh lebih cepat hingga berkelok-kelok. Stadium proliferasi berlangsung pada hari ke 5-14 dari hari haid pertama3. Pada saat ini terjadi peningkatan FSH yang memicu terjadinya pematangan folikel di ovarium menjadi folikel de graaf. Folikel ini menghasilkan estrogen dimana estrogen menghambat kerja FSH sehingga pembentukan folikel lainnya dapat dihambat sehingga didapatkan satu folikel de graaf saja yang matang. Estrogen memulai pembentukan lapisan baru pada uterus3,5.
Ketika folikel telah matang, folikel mensekresikan cukup estradiol untuk memacu terjadinya pelepasan LH secara akut3,5. Pelepasan LH ini terjadi pada hari ke-12 dan bertahan selama 48 jam. LH mematangkan ovum, menipiskan dinding folikel sehingga memungkinkan untuk terjadinya letupan pada folikel agar terjadi ovulasi. Pada ovarium manakah ovulasi terjadi masih belum diketahui, ovulasi terjadi pada ovarium secara acak. Pada beberapa wanita, ovulasi disertai oleh nyeri tengah siklus yang disebut mittelschmerz akibat ada cairan yang terbebas dari folikel yang meletup yang jatuh ke rongga abdomen dan merangsang terjadinya rangsang peritoneum. Perubahan hormonal tiba-tiba saat ovulasi dapat menyebabkan perdarahan ringan pada tengah siklus. Pada beberapa penelitian didapatkan peningkatan kemampuan penciuman perempuan saat ovulasi5.
  1. Stadium praementruum atau stadium sekresi3.
Pada stadium sekresi, tebal endometrium kira-kira tetap tetapi bentuk kelenjar menjadi berliku dan mengeluarkan getah. Dalam endometrium sudah terjadi penimbunan glikogen dan kapur untuk makanan telur. Stadium sekresi ini berlangsung pada hari ke 14-28 dari haid hari pertama3. Setelah terjadi ovulasi, folikel yang sudah kehilangan ovum berubah menjadi korpus luteum di bawah pengaruh kelenjar hipofise. Korpus luteum menghasilkan progesteron dan tambahan estrogen untuk sekitar 2 minggu, setelah itu korpus luteum mati.
Progesteron bertugas untuk menghasilkan lapisan yang cocok untuk implantasi embrio. Progesteron meningkatkan suhu basal sekitar 0,5- 10F. Bila fertilisasi terjadi, embrio akan mengalir ke dalam kavum uteri dan berimplantasi 6-12 hari setelah ovulasi. Segera setelah implantasi embrio memberikan sinyal pada sistem maternal. Sinyal awal berupa hCG. Sinyal ini berguna untuk mempertahankan korpus luteum agar dapat terus menghasilkan progesteron3. Bila tidak terjadi kehamilan, endometrium akan meluruh sehingga terjadilah menstruasi3,5. Prostaglandin dihasilkan dari dinding uterus dan menyebabkan otot uterus kontraksi. Proses ini membantu untuk mengeluarkan darah dari uterus dari dinding rongga uterus. Proses ini juga menjelaskan bagaimana terjadinya nyeri saat haid2.



Istilah-istilah dalam Menstruasi
A.   Istilah Kelainan pada Siklus
  1. Amenorrhea
Amenorrhea adalah suatu kondisi tidak terjadinya haid (menstruasi) pada masa pubertas maupun dewasa. Amenorrhea dapat diklasifikasikan menjadi:
·      Amenorrhea primer
Yaitu belum pernah haid hingga usia 16 tahun. berarti seorang perempuan belum mengalami haid2 setelah usia 16 tahun7 tetapi telah terdapat tanda-tanda seks sekunder atau tidak terjadi haid sampai 14 tahun tanpa adanya tanda-tanda seks sekunder. Amenorrhea biasanya terjadi pada gadis dengan underweight atau pada aktivitas berat dimana cadangan lemak mempengaruhi untuk memacu pelepasan hormon7.
·      Amenorrhea sekunder
Yaitu siklus haid berhenti selama 3-6 bulan atau berhenti sama sekali. Amenorrhea sekunder berarti telah terjadi haid, tetapi haid terhenti untuk masa tiga siklus atau lebih dari enam bulan.
Amenorrhea bukan merupakan penyakit namun merupakan gejala. Amenorrhe dapat terjadi pada menopouse, sebelum pubertas, dalam kehamilan dan dalam masa laktasi. Bila tidak menyusukan, haid datang ± 3 bulan post partum namun bila menyusukan, haid datang pada bulan ke-66.
            Penyebab
a.      Kelainan Saluran Uterus
1)             Sindrom Asherman
Pada sindrom ini terjadi amenorrhea sekunder. Keadaan ini terjadi akibat kuretase postpartum berlebihan sehingga terjadi sikatrik dan perlengketan. Endometrium mungkin memiliki tekanan yang begitu besar. Pasien dengan asherman sindrom dapat mengalamai keluhan lain seperti dismenorrhea dan hypomenorrhea.
Pada masa lalu, asherman sindorm diobati dengan dilatasi dan kuretase untuk menghancurkan sikatrik. Sekarang dapat digunakan histeroskopi dengan melisiskan adhesi dengan memotong dan membakar dengan hasil yang lebih baik dibanding kuretase yang tidak terarah. Setelah dilakukan histeroskopi, perlu dicegah terjadinya kembali perlengketan dengan memasang IUD. Dapat juga menggunakan folley kateter pediatrik dengan memasukan 3 cc dan baru dilepas setelah 7 hari9.
2)                                        Mullerian anomali
Pada keadaan ini, vagina, servik dan uterus mungkin tidak ada. Atau pada keadaan lain, uterus mungkin ada namun tidak terdapat rongga, atau terdapatnya rongga namun endometrium sangat sedikit9.
Penanganan pada pasien ini dilakukannya operasi dengan menggunakan teknik vecchietti atau teknik Frank untuk membentuk saluran vagina buatan. Penundaan operasi dapat menyebabkan terjadinya inflamasi9.
3)                                        Insensitivitas Androgen (testicular feminization)
Insenitivitas androgen komplit didiagnosa bila didapatkan kanalis vagina namun tidak didapatkan uterus. Pasien ini berupa pria pseudohermaprodit dimana ketentuan pria ditentukan dari adanya kromosom XY dan pasien memilliki testes. Pseudohermaprodit berarti genitalia berlawanan dengan gonad. Sehingga pada pasien ini secara fenotip tampak seperti wanita tapi tidak ditemukannya rambut pubis dan rambut ketiak. Pada pasien ini terdapat testosteron darah yang normal atau sedikit meningkat dan kenaikan LH
Pada insensitivitas androgen inkomplit (1:10 dibandingkan yang komplit), individu mendapat sedikit pengaruh androgen. Individu ini mungkin memiliki pembesaran klitoris, dan phallus mungkin ada. Rambut pubis dan ketiak ada dan terdapat pertumbuhan payudara9.
b.      Kelainan Ovarium
Kelainan ovarium dapat menyebabkan amenorrhea primer maupun sekunder. 30-40% amenorrhea primer mengalami kelainan perkembangan ovarium (Gonadal disgenesis). Pasien ini dapat terdiri dari pasien dengan kariotip 45X (50%), mosaik (25%), 46XX (25%). Wanita dengan gonadal disgenesis diseratai amenorrhea sekunder berhubungan dengan kariotip 46xx, mosaik, 47 xxx, dan 45x9.
1)      Sindrom Turner
Pada sindrom ini terjadi kehilangan satu X. Kromososm X aktif dalam oosit untuk menghindari percepatan kematian folikel. Karena pada pasien ini terjadi kekurangan folikel, terjadi kekurangan hormon sex gonadal saat pubertas sehingga terjadi amenorrhea primer9.
2)      Kegagalan ovarium premature
Sekitar 1% wanita akan mengalami hal ini sebelum usia 40 tahun. Hal ini juga terjadi pada wanita dengan amenorrhea. Kegagalan ovarium yang prematur dapat disebabkan kelainan genetik dengan peningkatan kematian folikel. Dapat juga merupakan proses autoimun dimana folikel dihancurkan9.
3)      Efek radiasi dan kemoterapi
Efek radiasi tergantung dari umur dan dosis radiasi. Fungsi barium dapat kembali setelah bertahun-tahun kemudian. Di lain pihak kerusakan tidak akan muncul hingga terjadinya kegagalan ovarium prematur. Ketika radiasi diberikan di luar pelvis, radiasi tidak memberikan resiko terjadinya kegagalan ovarium prematur. Gonad tidak dalam keadaan bahaya ketika di dapur menggunakan oven microwave yang berdaya penetrasi rendah9.
c.       Gangguan pada hipofise anterior
Gangguan dapat berupa adanya tumor yang bersifat mendesak ataupun menghasilkan hormon yang membuat haid menjadi terganggu9. Tumor mikroadenoma dapat diterapi dengan menggunakan agonis dopamin dimana dopamin dapat menghambat pelepasan prolaktin lebih lanjut sehingga pembesaran tumor hipofise dan prolaktinemia dapat dicegah. Operasi dapat dilakukan terutama bila tumor masih kecil. Namun angka rekurensi setelah operasi sangat besar lagipula struktur tumor sulit dibedakan dengan jaringan hipofise sehat sehingga operasi sering kali meninggalkan sisa. Pada makroadenoma dapat diberikan agonis dopamin terlebih dahulu untuk memperkecil ukuran tumor. Setelah operasi dapat dilanjutkan dengan pemberian radiasi namun radiasi ini dapat memicu terjadinya tumor di tempat lain pada otak9.
d.      Gangguan mental
Gangguan pada pasien ini disebabkan oleh gangguan mental yang secara tidak langsung menyebabkan terjadinya pelepasan neurotransmiter seperti serotonin yang dapat menghambat lepasnya gonadotropin. Gangguan pada kompartemen ini dapat terjadi pada penderita anoreksia nervosa maupun atlet atau penari balet yang mengalami latihan dengan ketegangan9.
Amenorrhea dapat juga disebabkan oleh penyakit-penyakit lain seperti penyakit kronis (TBC), penyakit metabolik seperti penyakit tiroid, pankreas dan glandula suprarenalis, kelainan gizi (obesitas dan underweight), kelainan hepar dan ginjal6.
Diagnosa
Yang harus dilakukan adalah lakukan pemeriksaan TSH karena pada keadaan hipotroid terjadi penurunan dopamin sehingga merangsang pelepasan TRH. TRH merangsang hipofise anterior untuk menghasilkan prolaktin dimana prolaktin akan menghambat pelepasan GnRH. Namun pada satu waktu, saat hipofise anterior terangsang secara kronik, hipofise anterior dapat membesar sehingga meningkatkan sekresi GnRH dan menyebabkan terjadinya pematangan folikel yang terburu-buru sehingga terjadi kegagalan ovarium prematur. Sehingga harus diwaspadai bila terjadi suatu tanda-tanda hipotiroid, amenorrhea dan galaktorrhea9.
Keadaan amenorrhea yang disertai keadaan galaktorrhea dapat juga terjadi pada sindrom chiari-Frommel yang terjadi setelah kehamilan dan merupakan amenorrhea laktasi yang berkepanjangan. Diduga keadaan ini disebabkan oleh inhibisi dari faktor imhibisi prolaktin dari hipofise. Pada sindrom Forbes-Albright terdapat adenoma chromopob dimana banyak dihasilkan prolaktin. Pada sindrom Ahoemada del-Costello tidak terdapat hubungan antara kehamilan dengan tumor hipofise. Sindrom ini diduga akibat obat-obatan seperti kontrasepsi dan fenotiazin6.
Pasien juga seharusnya dilakukan progesteron challenge. Bila dengan pemberian progesteron lalu dilakukan withdrawl terjadi haid, maka dipastikan amenorrhea disebabkan anovulasi. Terapi yang diberikan pada pasien ini adalah pemberian progesteron9.
Perlu juga diberikan preparat estrogen bila dengan pemberian progesteron tidak menghasilkan haid untuk mencari apakah penyebab terjadinya amenorrhea akibat kurangnya estrogen9.
Bila dengan langkah-langkah di atas tidak didapatkan hasil yang memuaskan, lakukan pemeriksaan FSH dan LH untuk mencari apakah penyebab amenorrhea adalah gangguan hipofise anterior9.
Komplikasi
Komplikasi yang paling ditakutkan dari amenorrhea adalah infertilitas. Komplikasi lainnya adalah tidak percaya dirinya penderita sehingga mengalami gangguan mental dan terjadilah lingkaran setan terjadinya amenorrhea. Komplikasi lainnya munculnya gejala-gejala lain akibat insufisiensi hormon seperti osteoporosis9.
Pencegahan
Cara terbaik untuk menjaga siklus haid adalah dengan melakukan gaya hidup sehat.
·            Lakukan diet dan olahraga hingga mencapai berat badan ideal
·            Imbangi kerja keras dengan istirahat dan rekreasi
·            Hindari stres dan konflik di dalam hidup
·            Waspada dengan perubahan siklus haid: catat tanggal mulai haid, tanggal selesai haid, dan bila ada gejala yang menganggu.14
Pengobatan
Pengobatan yang dilakukan ditentukan oleh faktor apa yang menyebabkan terjadinya amenorrhea tersebut. Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk meredakan gejala, ketidakseimbangan hormon dan mencegah komplikasi yang terkait dengan amenorrhea.14
  1. Oligomenorrhea
Oligomenorrhea disebut juga sebagai haid jarang atau siklus panjang6,10. Oligomenorrhea terjadi bila siklus lebih dari 35 hari. Darah haid biasanya berkurang1,9,11.
Menurut American Society for Reproductive Medicine, standar siklus menstruasi yang normal adalah 22-40 hari, dimana menstruasi pertama dihitung sejak pertama kali darah keluar dari vagina. Namun perbedaan -/+ 5 hari dari siklus haid, masih dianggap normal. Tapi jika perempuan sudah tidak mendapatkan haid teratur tiap bulan, maka patut diwaspadai penyakit Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK), dan sebaiknya dilakukan penanganan.15
                        Penyebab
Oligomenorrhea biasanya berhubungan dengan anovulasi atau dapat juga disebabkan kelainan endokrin seperti kehamilan, gangguan hipofise-hipotalamus, dan menopouse atau sebab sistemik seperti kehilangan berat badan berlebih11.
Oligomenorrhea sering terdapat pada wanita astenis6. Dapat juga terjadi pada wanita dengan sindrom ovarium polikistik dimana pada keadaan ini dihasilkan androgen yang lebih tinggi dari kadara pada wanita normal. Oligomenorrhea dapat juga terjadi pada stress fisik dan emosional, penyakit kronis, tumor yang mensekresikan estrogen dan nutrisi buruk. Oligomenorrhe dapat juga disebabkan ketidakseimbangan hormonal seperti pada awal pubertas1.
Oligomenorrhea yang menetap dapat terjadi akibat perpanjangan stadium folikular, perpanjangan stadium luteal, ataupun perpanjang kedua stadium tersebut. Bila siklus tiba-tiba memanjang maka dapat disebabkan oleh pengaruh psikis atau pengaruh penyakit6.
            Gejala
Gejala oligomenorrhea terdiri dari periode menstruasi yang lebih panjang dari 35 hari dimana hanya didapatkan 4-9 periode dalam 1 tahun. Beberapa wanita dengan oligomenorrhea mungkin sulit hamil. Bila kadar estrogen yang menjadi penyebab, wanita tersebut mungkin mengalami osteoporosis dan penyakit kardiovaskular. Wanita tersebut juga memiliki resiko besar untuk mengalami kanker uterus1.
            Pengobatan
Pengobatan oligomenorrhea tergantung dengan penyebab1. Pada oligomenorrhea dengan anovulatoir serta pada remaja dan wanita yang mendekati menopouse tidak memerlukan terapi6. Perbaikan status gizi pada penderita dengan gangguan nutrisi dapat memperbaiki keadaan oligomenorrhea. Oligomenorrhea sering diobati dengan pil KB untuk memperbaiki ketidakseimbangan hormonal. Pasien dengan sindrom ovarium polikistik juga sering diterapi dengan hormonal. Bila gejala terjadi akibat adanya tumor, operasi mungkin diperlukan. Pengobatan alternatif lainnya dapat menggunakan akupuntur atau ramuan herbal1.
            Komplikasi
Komplikasi yang paling menakutkan adalah terganggunya fertilitas dan stress emosional pada penderita sehingga dapat meperburuk terjadinya kelainan haid lebih lanjut. Prognosa akan buruk bila oligomenorrhea mengarah pada infertilitas atau tanda dari keganasan1.
  1. Polimenorrhea
Polimenorrhea adalah kelainan haid dimana siklus kurang dari 21 hari5 dan menurut literatur lain siklus lebih pendek dari 25 hari6,12.
            Penyebab
Bila siklus pendek namun teratur ada kemungkinan stadium proliferasi pendek atau stadium sekresi pendek atau kedua stadium memendek. Yang paling sering dijumpai adalah pemendekan stadium proliferasi. Bila siklus lebih pendek dari 21 hari kemungkinan melibatkan stadium sekresi juga dan hal ini menyebabkan infertilitas6.
Siklus yang tadinya normal menjadi pendek biasanya disebabkan pemendekan stadium sekresi karena korpus luteum lekas mati. Hal ini sering terjadi pada disfungsi ovarium saat klimakterium, pubertas atau penyakit kronik seperti TBC6.
            Terapi
Keadaan ini dapat diperbaiki dengan menggunakan terapi hormonal. Stadium proliferasi dapat diperpanjang dengan estrogen dan stadium sekresi dapat diperpanjang dengan kombinasi estrogen-progesteron6.
  1. Metrorrhagia
Metrorrhagia adalah perdarahan tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid6 namun keadaan ini sering dianggap oleh wanita sebagai haid walaupun berupa bercak11,12.
Metrorrhagia dapat disebabkan oleh kehamilan seperti abortus ataupun kehamilan ektopik6 dan dapat juga disebabkan oleh faktor luar kehamilan seperti ovulasi, polip endometrium dan karsinoma serviks. Akhir-akhir ini, estrogen eksogen menjadi penyebab tersering metrorrhagia11. Terapi yang diberikan tergantung etiologi.
B.   Istilah Kelainan Jumlah Darah Haid
1.         Menorrhagia
Menorrhagia adalah pengeluaran darah haid yang terlalu banyak dan biasanya disertai dengan pada siklus yang teratur6,11.
Menorrhagia biasanya berhubungan dengan nocturrhagia yaitu suatu keadaan dimana menstruasi mempengaruhi pola tidur wanita dimana waita harus mengganti pembalut pada tengah malam. Menorrhagia juga berhubungan dengan kram selama haid yang tidak bisa dihilangkan dengan obat-obatan. Penderita juga sering merasakan kelemahan, pusing, muntah dan mual berulang selama haid12.
            Penyebab
a.    Gangguan Pembekuan
Walaupun keadaan perdarahan tertentu seperti ITP dan penyakit von willebrands berhubungan dengan peningkatan menorrhagia, namun efek kelainan pembekuan terhadap individu bervariasi. Pada wanita dengan tromboitopenia kehilangan darah berhubungan dengan jumlah trombosit selama haid. Splenektomi terbukti menurunkan kehilangan darah13.
b.    Disfunctional Uterine Bleeding (DUB)
Pada dasarnya peluruhan saat haid bersifat self limited karena haid berlangsung secara simultan di seluruh endometrium serta jaringan endometrium yang terbentuk oleh estrogen dan progesterone normal bersifat stabil. Pada DUB, keadaan ini sering terganggu4.
DUB dapat terjadi disertai ovulasi maupun anovulasi. Pada keadaan terjadinya ovulasi, perdarahan bersifat lebih banyak dan siklik hampir sesuai dengan siklus haid. Pada keadaan anovulasi, perdarahan bersifat namun dengan siklus yang tidak teratur sehingga sering disebut menometrorrhagia. DUB dapat disebabkan estrogen withdrawl bleeding, progesteron withdrawl bleeding, estrogen breakthrough bleeding, progesterone breakthrough bleeding4.
Estrogen withdrawl bleeding terjadi pada keadaan setelah ooparektomi bilateral, radiasi folikel yang matur atau penghentian tiba-tiba obat-obatan yang mengandung estrogen4.
Estrogen breakthrough bleeding menyebabkan lapisan endometrium menjadi semakin menebal namun akhirnya runtuh karena kurang sempurnanya struktur endometrium karena tidak sebandingnya jumlah progesterone yang ada disbanding jumlah estrogen. Perdarahan biasanya bersifat spotting. Estrogen breakthrough bleeding yang berkelanjutan mengacu pada keadaan amenorrhea namun secara tiba-tiba dapat mengakibatkan perdarahan yang banyak4.
Progesteron withdrawl bleeding terjadi bila korpus luteum dihilangkan. Progesteron withdrawl bleeding hanya akan terjadi bila diawali proliferasi endometrium yang diatur oleh estrogen. Namun bila kadar estrogen meningkat 10-20 kali lipat, progesteron withdrawl bleeding tidak akan terjadi4.
Progesterone breakthrough bleeding terjadi bila kadar progesterone melebihi keseimbangan dengan estrogen. Dinding endometrium yang menebal akan meluruh sedikit demi sedikit akibat struktur yang tidak kuat. Hal ini terjadi saat menggunakan pil kontrasepsi dalam jangka waktu lama4.
Pada keadaan progesteron withdrawl bleeding dan estrogen breakthrough bleeding diberikan terapi progesteron sehingga tercapai keseimbangan jumlah progesterone-estrogen. Progesterone bersifat antiestrogen dimana menstimulasi perubahan estradiol menjadi estron sulfat yaitu bentuk tidak aktif estrogen. Progesterone juga menghambat pembentukan reseptor estrogen. Estrogen juga mencegah transkripsi onkogen yang dimediasi oleh estrogen4.
Pada oligomenorrhea (estrogen breakthrough bleeding) preparat progesterone yang digunakan adalah medroxypogesteronaseta, 5-10 mg/hari selama 10 hari. Pada menorrhagia (estrogen breakthrough bleeding yang berlangsung lama dan progesteron withdrawl bleeding) progestin digunakan selama 10 hari hingga 2 minggu untuk menstabilkan dinding endometrium lalu dihentikan secara tiba-tiba dengan maksud mengikis semua dinding endometrium dan bersifat kuretase alami4.
Terapi estrogen diberikan pada Estrogen withdrawl bleeding dan progesterone breakthrough bleeding untuk memperkuat stroma tempat kelenjar yang hiperplasia karena dirangsang progesterone. Pada keadaan ini diberikan 25 mg estrogen terkonjugasi secara intra vena tiap 4 jam hingga perdarahan berhenti atau selama 24 jam untuk menghindari terbentuknya trombus pada kapiler uterus. Semua terapi estrogen harus diikuti terapi progesteron dan withdrawl bleeding4.
Dapat juga diberikan anti prostaglandin untuk vasokontriksi darah sehingga perdarahan dapat berhenti4.
Desmopresin asetat (analog sintetik dari arginin vasopresin) digunakan untuk mengobati DUB pada pasien gangguan pembekuan terutama pada penyakit von willebrand’s dan dapat diberikan intranasal maupun intravena. Pengobatan dapat meningkatkan kadar faktor VIII dan faktor von willebrands yang berlangsung sekitar 8 jam4.
c.    Gangguan pada organ dalam pelvis
Menorrrhagia biasanya berhubungan dengan fibroid pada uterus, adenommiosis, infeksi pelvis, polips endometrial, dan adanya benda asing seperti IUD. Wanita dengan perdarahan haid melebihi 200 cc 50% mengalami fibroid. 40% pasien dengan adenomiosis mengalami perdarahan haid melebihi 80cc13. Menorrhagia pada retrofleksi disebabkan karena bendungan pada vena uterus sedangkan pada mioma uteri, menorrhagia disebabkan oleh kontraksi otot yang kurang kuat, permukaan endometrium yang luas dan bendungan vena uterus6.
d.    Gangguan medis lain
Gangguan medis lainnya yang dapat menyebabkan menorrhea diantaranya hipotiroid dan sindrom cushing, patifisiologi terjadinya belum diketahui dengan pasti11,13. Dapat juga terjadi pada hipertensi, dekompsatio cordis dan infeksi dimana dapat menurunkan kualitas pembuluh darah. Menorrhagia dapat terjadi pada orang asthenia dan yang baru sembuh dari penyakit berat karena menyebabkan kualitas miometrium yang jelek6.
            Terapi
Terapi menorrhagia sangat tergantung usia pasien, keinginan untuk memiliki anak, ukuran uterus keseluruhan, dan ada tidaknya fibroid atau polip. Spektrum pengobatannya sangat luas mulai dari pengawasan sederhana, terapi hormon, operasi invasif minimal seperti pengangkatan dinding endometrium (endomiometrial resection atau EMR), polip (polipektomi), atau fibroid (miomektomi) dan histerektomi (pada kasus yang refrakter)12.
Dapat juga digunakan herbal yarrow, nettle’s purse, agrimony, ramuan cina, ladies mantle, vervain dan raspbery merah yang diperkirakan dapat memperkuat uterus. Vitex juga dianjurkan untuk mengobati menorrhea dan sindrom pre-mentrual. Dianjurkan juga pemberian suplemen besi untuk mengganti besi yang hilang melalui perdarahan. Vitamin yang diberikan adalah vitamin A karena wanita dengan lehilangan darah hebat biasanya mengalami penurunan kadar vitamin A dan K yang dibutuhkan untuk pembekuan darah. Vitamin C, zinc dan bioflavinoids dibutuhkan untuk memperkuat vena dan kapiler7.
2.         Hipomenorrhea (Kriptomenorrhea)
Hipomenorrhea adalah suatu keadan dimana jumlah darah haid sangat sedikit (<30cc)1,11, kadang-kadang hanya berupa spotting11. Dapat disebabkan oleh stenosis pada himen, servik atau uterus. Pasien dengan obat kontrasepsi kadang memberikan keluhan ini11. Hal ini juga dapat terjadi pada hipoplasia uteri dimana jaringan endometrium sedikit6.
3.        Dismenorrhea

Dismenorrhea adalah nyeri sewaktu haid6,7,12,13. Dismenorrhea terdiri dari gejala yang kompleks berupa kram perut bagian bawah yang menjalar ke punggung atau kaki dan biasanya disertai gejala gastrointestinal dan gejala neurologis seperti kelemahan umum2,7,13. (Baca juga ----à Waspadai Nyeri Saat Haid!)

 

            Klasifikasi
a.      Dismenorrhea Primer (Idiopatik)
Dismenorrhea primer adalah dismenorrhea yang mulai terasa sejak menarche dan tidak ditemukan kelainan dari alat kandungan atau organ lainnya2,6. Dismenorrhea primer terjadi pada 90% wanita dan biasanya terasa setelah mereka menarche dan berlanjut hingga usia pertengahan 20-an atau hingga mereka memiliki anak. Sekitar 10% penderita dismenorrhea primer tidak dapat mengikuti kegiatan sehari-hari. Gejala nya mulai terasa pada 1 atau 2 hari sebelum haid dan berakhir setelah haid dimulai7. Biasanya nyeri berakhir setelah diberi kompres panas atau oleh pemberian analgesik10.
Faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu hiperaktivitas uterus, endotelin, prostaglandin, vasopressin dan kerusakan saraf perifer.
Hiperaktivitas uterus berhubungan dengan aliran darah uterus. Hiperaktivitas uterus terjadi pada endometriosis dan adenomiosis. Uterus yang berkontraksi menyebabkan “angina” sehingga terjadilah nyeri13.
Endotelin adalah uterotonin poten pada uterus yang tidak hamil. Endotelin berperan menginduksi kontraksi otot polos pada perbatasan dengan kelenjar endometrium. Tempat yang paling banyak mengandung ikatan endotelin adala epitel kelenjar pada tempat tersebut. Endotelin tersebut dapat menginduksi pelepasan PGF2α dan menginduksi kelenjar lainnya untuk menghasilkan endorpin lainnya (parakrin). Iskemi yang terjadi akibat kontraksi selanjutnya merangsang pelepasan endorpin dan PGF2α sehingga akan menyebabkan disperistaltis lebih lanjut13.
Endometrium wanita dengan dismenorrhea menghasilkan PGF2α lebih banyak daripada wanita normal. PGF2α adalah oksitoksi dan vasokonstriktor yang poten yang bila diberikan pada uterus akan menghasilkan nyeri dan mengakibatkan pengeluaran darah haid. Alasan mengapa PGF2α lebih tinggi pada wanita tertentu belum diketahui dengan pasti13. Pada beberapa wanita, prostaglandin dapat mengakibatkan otot polos dalam sistem gastrointestinal berkontraksi sehingga menyebabkan mual, muntah dan diare7.
Vasopresin merupakan vasokonstriktor yang menstimulasi miometrium berkontraksi. Pada hari pertama menstruasi, kadar vasopresin meningkat pada wanita dengan dismenorrhea13.
Kerusakan saraf perifer pada miometrium dan serviks oleh persalinan. Hal ini menjelaskan mengapa pada wanita yang telah melahirkan dismenorrhea dapat berkurang13.
b.      Dismenorrhea sekunder
Dismenorrhea sekunder biasanya terjadi kemudian setelah menarche6. Biasanya disebabkan hal lain6,7. Nyeri biasanya bersifat regular pada setiap haid namun berlangsung lebih lama dan bisa berlangsung selama siklus. Nyeri mungkin nyeri pada salah satu sisi abdomen7.
Dismenorrhea sekunder dapat disebabkan oleh endometriosis dimana jaringan uterus tumbuh di luar uterus dan ini dapat terjadi pada wanita tua maupun muda. Implan ini masih bereaksi terhadap estrogen dan progesteron sehingga dapat meluruh sat haid. Hasil peluruhan bila jatuh ke dalam rongga abdomen dan merangsang peritoneum akan menghasilkan nyeri. Endometriosis ditemukan pada 10-15% wanita usia 25-33 tahun2. Dismenorrhea sekunder dapat juga disebabkan fibroid, penyakit radang panggul; IUD; tumor pada tuba fallopi, usus atau vesika urinaria; polip uteri; inflmatory bowel desease; skar atau perlengketan akibat operasi sebelumnya dan adenomiosis yaitu suatu keadaan dimana endometrium tumbuh menembus miometrium6,7.
            Terapi
Dismenorrhea primer biasanya diobati oleh NSAID seperti ibuprofen dan naproxen yang dapat mengurangi nyeri pada 64% penderita dissmenorrhea primer. Pil kontrasepsi menghilangkan nyeri dan gejala lainnya pada 90% penderita dengan menekan ovulasi dan jumlah perdarahan. Terapi ini membutuhkan waktu 3 siklus untuk menghilangkan gejala. Kompres panas juga dapat mengurangi nyeri7.
Daftar Pustaka

  1. Menstrual Disorder. www. en.wikipedia.org. diakses tanggal 13 Desember 2013
  2. Kim’s Story. www.humanillnesses.com. Diakses tanggal 13 Desember 2013
  3. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK-UNPAD. Fisiologi Alat-alat reproduksi Wanita dalam Obstetri Fisiologi. Bandung. Penerbitan Eleman. 1983: 73-78
  4. Disfunctional Uterine Bleeding in Novack Gynecology. Philladelphia. Lippincot &William.inc. 2002: 575-591
  5. Menstrual Disorder http://en.wikipwdia.org diakses tanggal 13 Desember 2013
  6. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK-UNPAD. Kelainan haid dalam Ginekologi. Bandung. Elstar Offset. 1981 : 31-39
  7. Menstrual Disorder. http://www.healthatoz.com. Diakses tanggal 13 Desember 2013
  8. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK-UNPAD. Amenore dalam Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi RSUP dr. Hasan Sadikin, bagian II Ginekologi. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK-UNPAD. Bandung. 1997 : 36-40
  9. Sperof, Glass, Kace. Amenorrhea in Clinical Gynecologic Endokrinology & Infertility. 6th edition. Washington. 1999: 421-475
  10. Diagnostic Procedure in menstrual disorder. http://www.familypractice.com. Diakses tanggal 13 Desember 2013
  11. Silberstein, Taaly. Complication of Menstruation; Abnormal Bleeding in Current Obstetric & Gynecologic Diagnosis Treatment. 9th edition. India. McGraw-Hill Companies, Inc. 2003 ; 623-630
  12. Menstrual Disorder. http://www.cmdrc.com. Diakses tanggal 13 Desember 2013
  13. Lumsden, Ann Marie; McGavigan, Jay. Menstruation and Menstrual Disorder in Gynecology. 3rd edition. China. Elsevier Science Limited. 2003 : 459-467
  14. Anonim.______. Amenorrhea. http://prodia.co.id/penyakit-dan-diagnosa/amenorrhea Diakses pada 13 Desember 2013
  15. Fatimah. 2012. Siklus Haid yang tidak teratur atau oligomenorrhea. http://imexplore.wordpress.com/2011/06/22/siklus-haid-yang-tidak-teratur-atau-oligomenorrhea/ Diakses pada 13 Desember 2013
  16. Asekmahumka. 2009. Kelainan Haid. http://karyatulisilmiahkeperawatan.blogspot.com/2009/03/kelainan-haid.html  Diakses pada 13 Desember 2013

Seputar Kopi

Manfaat dan Bahaya Minum Kopi


Kopi adalah teman yang paling setia menemani saat begadang mengerjakan tugas. Berbicara mengenai kopi, banyak orang yang masih berpendapat bahwa kopi buruk bagi kesehatan. Sebenarnya hal itu tidak sepenuhnya benar. Kopi, asalkan dikonsumsi secara bijak, sebenarnya justru bermanfaat bagi kesehatan. Apa pun, bukan hanya kopi, bila dikonsumsi berlebihan pasti tidak baik. Tapi, sebenarnya amankah mengonsumsi kopi terutama bagi para kaum wanita? Nah, pada kesempatan ini, saya akan sedikit mengulas tentang manfaat dan juga bahaya minum kopi bagi para wanita. Tapi, sebelum itu, saya akan membahas tentang kandungan yang ada dalam kopi terutama kafein. Semoga bermanfaat J
Kandungan Kopi
Selain protein, larutan kopi mengandung asam chiorogen, pembangkit chlor, yang merangsang keluarnya asam chlorida dalam lambung. Juga kandungan kafein, yang bisa memacu peredaran darah. Namun dalam konsentrasi yang peka, kafein murni bisa menjadi racun.
Ketika kita berbicara tentang kandungan kalori yang tinggi pada kopi, pada dasarnya kita berbicara tentang bahan tambahan yang dimasukkan ke dalamnya. Kafein adalah zat kimia yang pahit dan produk-produk yang mengandung kafein akan menjadi pahit pula. Kita cenderung untuk membuat rasanya menjadi manis, dengan menambahkan susu, gula atau sirup.
Alhasil semakin banyak volume minuman kopi yang disajikan, maka semakin banyak susu atau bahan lain yang akan ditambahkan. Kafein adalah kristal putih alkaloida xantina yang pahit, merupakan obat stimulant psychoactive. Kafein ditemukan oleh seorang ahli kimia Jerman, Friedrich Ferdinand Runge, pada tahun 1819. Ia menemukan istilah kafein, suatu campuran kimiawi di dalam kopi (Kaffee dalam bahasa Jerman), yang di dalam bahasa Inggris menjadi caffeine. Seperti diketahui banyak orang, kafein adalah komponen kimia paling kuat di dalam kopi atau teh.
Dimana kafein menyebabkan perubahan bahan kimia di otak, sebagian besar dengan 2 jalan. Ia meniru adenosina, dan mengikat semua reseptor adenosina di dalam otak. Hal ini mencegah adenosina yang asli melakukan pekerjaannya, bertindak untuk melambatkan rangsangan saraf dan menyebabkan keadaan mengantuk. Maka otak akan menjadi lebih siaga.
Kopi dan kafein mempunyai efek tidak baik jika terlalu banyak mengkonsumsinya. Maka, jika mengkonsumsi lebih dari 150 mg kafein, dapat menghadapi masalah kesehatan yang serius. Simptom akut dan kronis seperti anoreksia, tremor, kegelisahan, gugup, sulit tidur, dan lain-lain.
Berikut beberapa manfaat kafein yang ditemukan peneliti:

  1. Menstimulasi otak dan sistem saraf.
  2. Membantu bisa berpikir lebih cepat.
  3. Mencegah gigi berlubang.
  4. Mengurangi derita sakit kepala.
  5. Melegakan nafas penderita asma dengan cara melebarkan saluran bronkial yang menghubungkan kerongkongan dengan paru.
  6. Membuat badan tidak cepat lelah.
  7. Meningkatkan rasa riang, membuat kita merasa lebih segar dan energik.
  8. Meningkatkan penampilan mental dan memori.
  9. Menangkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang dapat merusak sel DNA.
  10. Melindungi jantung dan kanker.
  11. Mengurangi risiko mengidap diabetes.
  12. Mancegah Parkinson dengan meminum kopi secara teratur.
  13. Membuat sperma “berenang” lebih cepat dan mampu meningkatkan kesuburan pria.
Untuk penyelidikan lebih lanjut, penelitian yang dipimpin oleh Dr Chang-Hae Park dari National Cancer Center di Goyang, Korea Selatan telah mengumpulkan 12 hasil studi mengenai asupan kopi terhadap risiko kanker prostat. Kopi mengandung lebih dari seribu bahan kimia, memiliki efek antioksidan sehingga melindungi sel dari kerusakan yang dapat menyebabkan kanker.
Meminum secangkir kopi dinilai sangat baik bagi para atlit lari jarak jauh atau olahraga lain yang membutuhkan ketahanan fisik untuk jangka waktu yang panjang. Dr Rob James, seorang peneliti dari Department Biomolecular and Sports Science University of Coventry, Inggris mengatakan, kopi sangat baik untuk aktivitas yang membutuhkan otot. Studi sebelumnya juga menunjukkan bahwa kafein mengubah metabolisme tubuh dan meningkatkan jumlah gula darah - merangsang otak dan menyediakan lebih banyak bahan bakar untuk otot. Hal ini juga muncul untuk membuat sel-sel otot berkontraksi lebih efisien.
Manfaat Minum Kopi
  1. Melawan depresi
Sebuah penelitian menumukan adanya hubungan antara depresi dengan minum kopi. Apalagi pada wanita yang sering kali mendapatkan depresi oleh beberapa kegiatan sehari-hari. Kandungan kopi dapat membantu meminimalisir depresi. Bagi yang mengkonsumsi kopi akan mengurangi 10 persen depresi dari pada mereka yang tidak mengkonsumsi sama sekali. Meskipun kandungan kafein terdapat pada soda, akan tetapi penelitian ini tidak menemukan hubungan antara minuman soda dengan penurunan depresi dikarenakan kandungan gula yang terlalu tinggi. Sehingga untuk anda yang ingin mendapatkan manfaat kopi sebaiknya kurangi kandungan gula yang berelebih.
  1. Menghindari stres dan putus asa
Pada sebuah penelitian, wanita yang mengkonsumsi maksimal 2 cangkir kopi sehari mengurangi risiko bunuh diri pada wanita. Aroma kopi diyakini mempunyai peranan dalam mengurangi stress karena memicu aktivitas gen untuk melindungi sel-sel saraf. Walaupun demikian para peneliti mengingatkan bahwa mengkonsumsi lebih dari empat cangkir kopi setiap hari akan merugikan kesehatan anda.
  1. Menjaga kesehatan hati
Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa kafein dapat membatu kesehatan hati. Konsumsi kopi secara teratur dapat mengurangi risiko seseorang dari primary sclerosing cholangitis (PSC), yaitu penyakit autoimun langka yang mengakibatkan gagal hati, sirosis hati, dan bahkan kanker.
  1. Dapat membantu anda menurunkan berat badan
Kandungan kafein yang dikonsumsi dengan tepat dapat membantu anda dalam menekan nafsu makan. Kehilangan cairan di dalam tubuh karena mengkonsumsi kafein akan mengakibatkan tubuh memproses panas dan energi, meskipun demikian cairan harus segera digantikan untuk memenuhi kebutuhan tubuh anda. Beberapa suplemen atau pengobatan yang menggunakan kandungan kafein dalam penurunan berat badan harus menggunakan resep dokter, sehingga tidak mengangu kesehatan organ tubuh yang lain.
  1. Dapat menurunkan risiko diabetes tipe II
Menurut Harvard Women’s Health, konsumsi kopi beberapa cangkir sehari dapat mengurangi risiko diabetestipe 2, pembentukan batu ginjal, kanker usus besar, penyakit parkinson, kerusakan fungsi hati (sirosis), penyakit jantung serta menghambat penurunan daya kognitif otak. Dua puluh studi yang dilakukan di seluruh dunia menunjukkan bahwa kopi mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga 50%.
Para peneliti menduga penyebabnya adalah asam klorogenik di dalam kopi berperan memperlambat penyerapan gula dalam pencernaan. Asam klorogenik juga merangsang pembentukan GLP-1, zat kimia yang meningkatkan insulin (hormon yang mengatur penyerapan gula ke dalam sel-sel). Zat lain dalam kopi yaitu trigonelin (pro vitamin B3) juga diduga membantu memperlambat penyerapan glukosa. Kandungan kromium dan magnesium dapat membantu menekan resiko diabetes tipe II. Meskipun demikian bagi anda yang mengkonsumsi kopi sebaiknya memperhatikan jumlah gula yang digunakan dalam kopi anda.
  1. Menurunkan risiko Alzheimer dan Parkinson
Kopi dapat membantu anda dalam berkonsentrasi dan memperlambat timbulnya penyakit neurodegenerative. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa wanita yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi kopi memiliki risiko sampai 60 persen lebih rendah dari Alzheimer dan demensia.
  1. Kopi dapat menangkal kanker kulit
Kopi tidak saja membuat anda memiliki suasana hati yang baik akan tetapi dapat membantu melawan penyakit yang berbajaya seperti kanker . Resiko kanker kulit dapat diturunkan dengan mengkonsumsi kopi dengan porsi yang tepat. Wanita yang minum dua cangkir dalam sehari jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan kanker kulit dibandingkan mereka yang tidak minum kopi.
  1. Mencegah Seseorang Terkena Batu Ginjal
Menurut pakar peneliti yang bertempat di Harvard, mereka melakukan penelitian tentang kopi, dan alhasil merekapun mengumumkan bahwa untuk seorang wanita yang mau meminum kurang lebih 2-3 cangkir kopi sehari, berarti mereka telah mengurangi resiko terkena serangan penyakit batu ginjal sebesar 25%, penelitian ini dikuatkan oleh beberapa ahli peneliti yang tersebar didunia lainnya.
  1. Mencegah Kanker
Menurut beberapa riset yang dilakukan secara konsisten bahwa dengan meminum kopi sekitar 2-3 cangkir dalam sehari, dapat mengurangi risiko terserang penyakit kanker, adapun penyakit kanker yang dapat terminimalisir adalah kanker hati, kanker usus besar, dan kanker yang terjadi pada wanita (kanker yang menyerang bagian buah dada).
  1. Mencegah Penyakit jantung dan stroke
Dengan mengkonsumsi rutin 2-3 cangkir kopi ternyata tidak meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit jantung dan stroke.  Malah Sebaliknya, dengan mengkonsumsi kopi dapat mencegah dan mengurangi resiko seseorang terkena stoke. Menurut sebuah studi yang dilakukan pada sekitar 83.000 wanita diseluruh dunia, bahwa wanita yang berusia 24 tahun keatas dapat meminimalisir resiko terkena penyakit stroke hingga 19% hanya dengan mengkonsumsi 2-3 cangkir dalam setiap harinya.
  1. Menghambat penurunan fungsi kognitif
Studi atas 4.197 wanita dan 2.820 pria di Perancis menunjukkan bahwa meminum setidaknya tiga cangkir kopi sehari dapat menghambat penurunan fungsi kognitif otak akibat penuaan hingga 33 persen pada wanita. Namun, manfaat yang sama tidak ditemukan pada pria. Hal ini mungkin karena wanita lebih peka terhadap kafein.
  1. Kopi dan endometriosis
Edward Giovannucci, MD, seorang profesor gizi dan epidemiologi di Harvard School of Public Health, di Boston yang memimpin penelitian. Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, menambahkan bahwa semakin banyak bukti yang menunjukkan kopi dapat menawarkan lebih banyak manfaat daripada kerugian nya tentang resiko terhadap kanker endometrium.
Para peneliti di Universitas Harvard menganalisis data 67.470 wanita berusia antara 34 dan 59 tahun mereka yang rata-rata minum empat cangkir kopi per hari memiliki risiko 25% lebih rendah terkena kanker endometrium, dan mereka yang minum dua atau tiga cangkir per hari memiliki risiko 7% lebih rendah. Meskipun penelitian tersebut tidak membuktikan bahwa minum kopi langsung bermanfaat untuk mengurangi risiko kanker, para peneliti mengatakan hal tersebut hubungan dengan sebab dan akibat yang masuk akal.
  1. Manfaat kopi tanpa kafein
Donald Hensrud, MD, ketua pengobatan pencegahan di Mayo Clinic, di Rochester, Minnesota. Diperkirakan lebih dari beberapa ribu zat dan komponen yang berbeda dalam kopi, banyak yang bersifat antioksidan, seperti asam klorogenat juga mempunyai peran terhadap resiko menurunkan kanker endometrium.
Dalam studi lain dijelaskan bahwa kopi tanpa kafein tampaknya lebi besar perannya menurunkan risiko kanker endometrium pada wanita, Tetapi ini tidak sepenuhnya jelas bagaimana minum kopi dapat meningkatkan kesehatan, karena para peneliti memiliki data yang terlalu sedikit pada peminum kopi tanpa kafein untuk mendapatkan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Tapi selain adanya beberapa manfaat di atas, kopi juga dapat berbahaya bagi tubuh kita. Apa sajakah bahaya tersebut? Mari kita lihat bersama
Bahaya Minum Kopi
  1. Efek samping kafein
Mayo Clinic menganjurkan jangan minum lebih dari 500 mg sampai 600 mg kafein sehari. Satu cangkir isi 230-240 ml kopi medium roast mengandung sekitar 200mg kafein. 1 saji espresso mengandung sekitar 75 mg, dan teh hitam 240 ml mengandung 120 mg kafein.
Menurut Mayo Clinic, bisa terjadi efek samping jika minum kopi lebih dari 600 sampai 900 mg kafein perhari. Efek samping yang terlihat terdiri atas insomnia, gelisah, mual, denyut jantung tidak beraturan, otot tremor, ansietas, dan sakit kepala. Kafein sendiri bisa berdampak buruk pada sistem kardiovaskuler tubuh seperti adanya peningkatan denyut jantung dan memicu meningkatnya tekanan darah.
Lagi pula pada kenyataannya terlalu banyak kafein bisa berakibat fatal. Menurut sebuah kasus yang diterbitkan oleh dokter dari Swedia dalam Acta Anaesthesiologica Scandinavica tahun 2010, seorang perempuan yang berumur 21 tahun menderita serangan jantung ( cardiac arrest ) sesaat sesudah minum sekitar 10.000 mg kafein. Ia sempat dirawat dan tiga hari kemudian tidak lagi memberikan respons pada obat atau bantuan medik.
Sebagai stimulan (zat perangsang) buatan, kafein berlebihan dapat menganggu keseimbangan kandungan lemak, tekanan darah dan sekresi asam dalam darah. Kafein juga dapat meningkatkan tekanan darah, penyakit hati bahkan menyebabkan kemandulan.
Sebuah jurnal penelitian terbaru yang diterbitkan oleh Mayo Clinic Proceedings menunjukkan bahwa jika seseorang di bawah usia 55 tahun meminum lebih dari 4 cangkir kopi per hari memiliki kemungkinan sebesar 20% meninggal dalam waktu 17 tahun ke depan.
Kafein yang terkandung dalam biji kopi dapat merangsang sistem saraf pusat yang menyebabkan kecemasan dan kegelisahan. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak setiap hari dapat menguras kelenjar adrenal, menurunkan daya tahan terhadap stress dan membuat lebih rentan terhadap penyakit.
Konsumsi berlebihan kafein dapat berpengaruh pada masalah kesuburan dan bahkan resiko keguguran. Sejumlah penelitian telag mengungkapkan bahwa konsumsi kafein oleh wanita hamil dapat menyebabkan berat badan lahir rendah.
Kafein dikenal untuk memicu pelepasan glikogen oleh hati, yang menyebabkan ketidakseimbangan kadar gula darah. Kondisi ini juga dikenal Hipoglikemia (gula daah rendah) dapat menyebabkan kelemahan, gugup berkeringat dan jantung berdebar-debar.
  1. Gangguan asam lambung
Mengkonsumsi kopi dapat memicu sekresi asam lambung sehingga serangan gangguan pencernaan dan mulas. Pada orang dengan riwayat masalah perut, bahkan kopi tanpa kafein dapat menyebabkan mulas. Tapi, di satu sisi kopi dapat membuat mulas tapi kopi juga dapat digunakan untuk melancarkan buang air besar.
  1. Ketagihan
Zat addiktif yang terkandung dalam biji kopi akan membuat orang menjadi ketergantungan. Bagi mereka yang pecandu kopi akan merasa sangat lemah dan lesu jika mereka tidak mendapatkan kopi yang sesuai takaran konsumsi. Menghentikan kebiasaan minum kopi bagi para pecandu akan berefek seperti gejala stre dimana akan merasakan sakit kepala, kelelahan, sulit berkonsentrasi dan depresi meski bersifat sementara.
  1. Mengganggu kesehatan tulang dan meningkatkan kadar LDL
Terlalu sering minum kopi dengan jumlah berlebihan setiap harinya akan menyebabkan penebalan kolesterol dalam darah serta kemungkinan potensi pengeroposan tulang. Asupan berlebihan kopi mengganggu penyerapan yang tepat nutrisi dan mineral oleh tulang, menigkatkan resiko osteoporosis. Sebuah studi yang dilakukan pada wanita pasca-menopause menemukan bahwa minum 4 cangkir atau lebih kopi per hari dapat menyebabkan kepadatan tulang menurun. Namun penambahan susu ekstra untuk kopi hitam adalah salah satu cara untuk mencegah melemahnya tulang.
  1. Dehidrasi
Kopi adalah diuretic kuat dan setelah itu lebih dapat menyebabkan dehidrasi. Kafein juga dapat bersifat diuretik, yaitu mendorong pengeluaran air dalam tubuh, juga menyebabkan vasodilasi, pengeluaran keringat serta pengeluaran asam gastrat yang menyebabkan perut menjadi panas.
Banyak orang yang memiliki lebih dari 5-6 cangkir kopi per hari mengeluh dehidrasi dan gangguan kesehatan terkait. Dehidrasi juga membuat kulit menjadi kering sehingga lebih rentan keriput.
  1. Gangguan tidur atau insomnia
Mengapa kopi bisa membuat kita sulit tidur? Nah, di otak kita ada sebuah senyawa yang disebut adenosine. Senyawa ini bertanggunga jawab dalam pembentukan perasaan lelah dan mengantuk. Sedangkan kafein memiliki mekanisme kerja memerangi fungi senyawa adenosine tersebut, sehingga jika kita mengkonsumsi kopi dalam jimlah tertentu kita akan susah tidur. Karena sifat kafein yang membalik pengaruh adenosine inilah, setelah meminum kopi kita akan merasa segar, mata terbuka lebar, jantung berdetak lebih kencang serta tekanan darah naik. Hati juga akan melepaskan glukosa yang merupakan sumber energy utama bagi sel-sel tubuh kita.
Dapat menyebabkan penambahan berat badan dan obesitas. Terlepas dari kebiasaan pecandu kopi yang seringkali menambahkan susu, krim dan gula bahwa kopi ternyata dapat menyebabkan penambahan berat badan karena kandungan kafein dapat merangsang produksi hormone yang merangsang nafsu makan dan keinginan untuk makanan berkalori tinggi. Meskipun kafein dikenal untuk membantu dengan jangka pendek penurunan berat badan, dalam jagka panjang konsumsi berat lebih cenderung menyebabkan penambahan berat badan.
  1. Gangguan pada gigi
Minum kopi dapat menyebabkan gigi menjadi berlubang dan menyebabkan gigi menjadi kuning. Selain itu, kopi juga dapat menyebabkan nafas menjadi lebih berbau tidak sedap.
Kesimpulan
Meskipun sudah cukup jelas apa saja manfaat dan juga bahaya minum seperti yang sudah dijelaskan diatas, kita tetap harus bijak dalam mengkonsumsi kopi ini. Belum ada yang bisa memastikan bahwa kopi dapat bermanfaat bagi wanita terhadap resiko penyakit kanker endometrium, karena kandungan zat yang terkandung dalam secangkir kopi berbeda beda disetiap komposisinya.
Seluruh penelitian hingga saat ini belum bisa dikatakan sebagai hal yang final. Ini menunjukkan, bahwa para ahli kesehatan sendiri tak sepenuhnya melarang mengkonsumsi kopi. Tetapi disarankan untuk mengkonsumsinya secara wajar.
Cara yang paling efektif bagi wanita untuk mendeteksi kanker endometrium adalah mendeteksi bentuk perdarahan pada saat menstruasi yang tidak teratur dan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika melihat sesuatu yang aneh.
Lalu bagaimana dengan Anda para penikmat kopi menyikapinya?
Manfaat kopi sangat baik bagi kesehatan tubuh kita jika dikonsumsi secara baik dan tidak berlebihan. Meminum kopi cukup 1 -2 cangkir sehari kita sudah mendapatkan manfaatnya.
 










Sumber :
Anonim. _____. Bahaya Dibalik Manfaat Minum Kopi Yang Belum Anda Ketahui http://www.akusehatku.com/2013/08/bahaya-dibalik-manfaat-minum-kopi.html Diakses pada 12 Desember 2013
Anonim. 2012. Manfaat Kopi Bagi Untuk Wanita. http://www.manfaatkopi.com/manfaat-kopi-bagi-untuk-wanita/ Diakses pada 12 Desember 2013
Anonim. 2013. Bahaya Minum Kopi Jika Berlebihan. http://www.manfaatkopi.com/bahaya-minum-kopi-jika-berlebihan/ Diakses pada 12 Desember 2013
Kurniantoro, Andika. 2013. #TanyaSains: Apa Bahaya dan Manfaat Minum Kopi?. http://sains.me/1532/tanyasains-apa-bahaya-dan-manfaat-minum-kopi.html/ Diakses pada 12 Desember 2013.

Sriyono, 2013. Bahaya Kopi bagi Wanita http://manfaatkopiradixsinergis.blogspot.com/2013/08/bahaya-kopi-bagi-untuk-wanita.html Diakses pada 12 Desember 2013

Diberdayakan oleh Blogger.

Buscar

 
NIM 069 Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger